Ketahanan Keluarga Qur'ani dalam Mengurangi Kerentanan terhadap Radikalisasi: Sintesis Tafsir Tematik dan Literatur Empiris
DOI:
https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i3.1308Keywords:
Al-Qur'an; ketahanan keluarga; radikalisasi; ekstremisme kekerasan; literasi keagamaanAbstract
Artikel ini menyusun ulang konsep ketahanan keluarga Qur'ani sebagai faktor pelindung dari proses radikalisasi menuju ekstremisme kekerasan. Penelitian menggunakan studi kepustakaan kualitatif dengan metode tafsir tematik yang dipadukan dengan literatur empiris. Tujuh kelompok ayat dipilih karena relevan dengan perlindungan keluarga, dasar keyakinan, komunikasi, pengasuhan, pemeriksaan informasi, dan lingkungan sosial. Penafsiran al-Tabari, al-Razi, Nawawi al-Bantani, al-Maturidi, dan Quraish Shihab dibaca secara berdampingan, lalu digabungkan dengan kerangka family resilience dan hasil penelitian tentang radikalisasi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa keluarga tidak otomatis menjadi benteng pencegah radikalisasi. Keluarga bisa berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga bisa menjadi saluran penyebaran ideologi kekerasan ketika hubungan di dalamnya tertutup, komunikasi berjalan satu arah, dan jaringan sosialnya terisolasi. Model yang dihasilkan memuat enam kemampuan: sistem makna berbasis tauhid dan rahmah, komunikasi dua arah, pembagian peran keluarga yang adil dan luwes, kemampuan membaca sumber agama dan informasi, keterhubungan dengan lingkungan yang kredibel, serta ketahanan sosial-ekonomi. Enam kemampuan tersebut bekerja dengan mengurangi kerentanan pada tiga unsur radikalisasi, yaitu kebutuhan akan makna diri, narasi pembenaran, dan penguatan jaringan. Kontribusi artikel terletak pada penggabungan hasil tafsir dan bukti empiris ke dalam mekanisme yang dapat diuji, bukan pada klaim normatif bahwa keluarga religius pasti kebal dari ekstremisme. Model ini relevan untuk pendidikan keluarga, pencegahan dini, dan reintegrasi sosial, tetapi masih memerlukan pembuktian di lapangan.
References
Al-Jawi, M. N. (n.d.). Marah labid li kashf ma'na al-Qur'an al-majid (Vols. 1–2). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.
Al-Maturidi, A. M. (2004). Ta'wilat ahl al-sunnah (F. Y. al-Khaymi, Ed.). Mu'assasat al-Risalah.
Al-Razi, F. al-D. (1981). Mafatih al-ghayb (Vols. 1–32). Dar al-Fikr.
Al-Tabari, A. J. M. ibn J. (2001). Jami' al-bayan 'an ta'wil ay al-Qur'an ('A. A. ibn 'A. al-Muhsin al-Turki, Ed.). Dar Hajr.
Borum, R. (2011). Radicalization into violent extremism I: A review of social science theories. Journal of Strategic Security, 4(4), 7–36. https://doi.org/10.5038/1944-0472.4.4.1
Darling, N., & Steinberg, L. (1993). Parenting style as context: An integrative model. Psychological Bulletin, 113(3), 487–496. https://doi.org/10.1037/0033-2909.113.3.487
Fahmi, M., Nuruzzaman, M. A., Hilmy, M., Alfiyah, H. Y., Nadlir, Abdul Aziz, N. A., & Huriyah, L. (2025). Multicultural Islamic education as strategy for strengthening social cohesion in Islamic school. Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 154–175. https://doi.org/10.31538/nzh.v8i1.67
Firdiani, N. F., Wardhana, I. M. W., Kruglanski, A. W., Hauser, L., & Kopparumsolan, V. (2026). Psychological mechanism and the appeal of radical narratives: A mixed-methods study of terrorist convicts in Indonesia. Frontiers in Social Psychology, 4, 1744932. https://doi.org/10.3389/frsps.2026.1744932
Işıkgöz, M. E. (2026). Perceived community support, parenting self-efficacy, and family resilience in special needs parenting: A SEM approach. BMC Public Health, 26, 1839. https://doi.org/10.1186/s12889-026-27597-6
Kharlie, A. T. (Ed.). (2019). Peran keluarga dalam ketahanan dan konsepsi revolusi mental perspektif Al-Qur'an. LPTQ Provinsi Banten & Gaung Persada Press.
McCauley, C., & Moskalenko, S. (2008). Mechanisms of political radicalization: Pathways toward terrorism. Terrorism and Political Violence, 20(3), 415–433. https://doi.org/10.1080/09546550802073367
Nurhidayah, Y., Gumiandari, S., Nafi'a, I., Nurhayati, E., & Firdaus, S. (2025). Digitally connected, spiritually rooted: Mubadalah and the ethics of communication in contemporary Muslim family in Indonesia. Afkar, 27(2), 137–172. https://doi.org/10.22452/afkar.vol27no2.5
Olson, D. H. (2000). Circumplex model of marital and family systems. Journal of Family Therapy, 22(2), 144–167. https://doi.org/10.1111/1467-6427.00144
Raharjo, A., Retnaningrum, D. H., Sugeng, E., Saefudin, Y., & Ismail, N. (2025). Radicalization and counter-radicalization on the internet: Roles and responsibilities of stakeholders in countering cyber terrorism. E3S Web of Conferences, 609, 07003. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202560907003
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Misbah: Pesan, kesan, dan keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.
Sukabdi, Z. A., Sofanudin, A., Munajat, Mulyana, & Budiyanto, S. (2025). The challenge of terrorism regeneration: What schools do terrorist offenders select for their children? Ulumuna, 29(1), 102–128. https://doi.org/10.20414/ujis.v29i1.1061
Syamsuddin, S. (2019). Pendekatan dan analisis dalam penelitian teks tafsir. Suhuf, 12(1), 131–149. https://doi.org/10.22548/shf.v12i1.394
Veronika, N. W. (2025). Poor, brainwashed and immature: Prevalent gender stereotypes in Indonesian preventing violent extremism and counterterrorism efforts. Critical Studies on Terrorism, 18(1), 91–114. https://doi.org/10.1080/17539153.2024.2397155
Walsh, F. (2016). Applying a family resilience framework in training, practice, and research: Mastering the art of the possible. Family Process, 55(4), 616–632. https://doi.org/10.1111/famp.12260
Younes, R. S., Ibrahim, C. D., Moukarzel, C., & Abboud Mzawak, M. (2026). Family resilience and hardship during the severe economic crisis in Lebanon: Perspectives from four discussion groups of professionals. Social Sciences, 15(5), 300. https://doi.org/10.3390/socsci15050300
Yumitro, G., Febriani, R., Roziqin, A., & Abhiyoga, N. (2025). Reassessing the strategic significance of social and economic approaches in Indonesia's deradicalization programs. Multidisciplinary Science Journal, 7, e2025490. https://doi.org/10.31893/multiscience.2025490
Zakiyah, Muzayanah, U., & Noviani, N. L. (2025). The life of the terrorist convicts' wives: Unequal family dynamics and Islamic legal frameworks. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 25(1), 1–18. https://doi.org/10.15408/ajis.v25i1.38150

























