Tradisi Ngalaksa sebagai Media Pembelajaran pada Pendidikan Karakter Masyarakat Sunda di Rancakalong, Sumedang, Jawa Barat

Authors

  • Budi Yasri Program Studi D-III Metrologi dan Instrumentasi, Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Sumedang

DOI:

https://doi.org/10.59944/jipsi.v5i3.1297

Keywords:

Tradisi Ngalaksa, Karakter Religius, Budaya Sunda, Kearifan Lokal, Pendidikan Islam

Abstract

Tradisi Ngalaksa merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sunda di Rancakalong, Sumedang, yang mengandung nilai religius, sosial, dan ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi Ngalaksa sebagai media pembentukan karakter religius masyarakat melalui pendekatan kualitatif berbasis budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi pustaka dari berbagai sumber ilmiah terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ngalaksa tidak hanya berfungsi sebagai ritual syukuran pascapanen, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam seperti syukur, tawakal, gotong royong, kepedulian sosial, serta kesadaran ekologis. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui praktik budaya yang dijalankan secara kolektif dan diwariskan secara turun-temurun, sehingga membentuk karakter masyarakat yang religius dan berorientasi pada kebersamaan. Di sisi lain, terdapat dinamika reinterpretasi terhadap unsur-unsur tradisi agar tetap selaras dengan prinsip keislaman. Dengan demikian, Ngalaksa dapat dipahami sebagai model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang kontekstual dan relevan dalam menghadapi tantangan modernitas yang cenderung individualistik

References

Saefullah, A. S., & Sukmara, D. (2025). Nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi Ngalaksa Rancakalong: Sebuah kajian kualitatif. Borneo Journal of Islamic Education, 5(1), 93–104.

Graha, P. H., Malihah, E., & Andari, R. (2022). Pendidikan karakter berbasis budaya lokal di Kampung Adat Cireundeu. Jurnal Inovasi Penelitian, 3(1), 4657–4666.

Hamidah, S., Bariah, B., & Makbul, M. (2025). Nilai keadilan dalam pendidikan Islam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 101–115.

Maria, A., & Kurniawan, M. P. (2024). Pendekatan etnopedagogik dalam pendidikan agama Islam. Masagi: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 49–56.

Mufidah, L., Widodo, A., & Gunansyah, G. (2025). Tradisi lokal sebagai sumber pembelajaran etnopedagogi. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 55–67.

Sahroni, A., & Rusliana, I. (2023). Makna simbolis dan sakralitas tradisi Ngalaksa. Jurnal Budaya Nusantara, 7(1), 33–45.

Sari, H. P., Husna, S., & Siregar, R. (2025). Peran pendidikan Islam dalam menghadapi globalisasi. QOSIM, 3(2), 790–800.

Fa’idah, M. L., et al. (2024). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan. TA’DIBAN, 4(2), 79–87.

Harpriyanti, H., et al. (2024). Mamanda sebagai wahana pendidikan budaya. Jurnal Onoma, 10(1).

Putra, P. (2022). Pendekatan etnopedagogi dalam pembelajaran. Primary Education Journal, 1(1).

Rizaty, M. A. (2025). Budaya gotong royong nasional. Databoks Katadata.

Lestari, R. N., & Achdiani, Y. (2024). Globalisasi dan individualisme. Sosietas, 14(2), 117–128.

Utang, H. Y., et al. (2023). Strategi pemertahanan nilai sosial. Jurnal Socius, 10(2), 73–82.

Sumartias, S., et al. (2022). Tarawangsa sebagai media komunikasi tradisional. Library Philosophy and Practice, 1–15.

Isnendes, R. (2022). Ngalaksa dalam sejarah lokal. Tawarikh, 10(2), 157–172.

Wijaya, P. S. (2022). Tradisi Ngalaksa yang masih terpelihara. Pemkab Sumedang.

Downloads

Published

2026-08-01