Integrasi Ilmu, Seni, dan Agama dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika: Perspektif Filsafat Ilmu dan Hukum Pidana Islam
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.1409Keywords:
Penyalahgunaan narkotika; filsafat ilmu; hukum pidana Islam; maqāṣid al-syarī'ah; hifẓ al-'aqlAbstract
Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan multidimensional yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengancam kehidupan sosial, moral, dan keberlangsungan peradaban. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi ilmu, seni, dan agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui perspektif filsafat ilmu dan hukum pidana Islam. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan filosofis, konseptual, dan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap Al-Qur'an, hadis, peraturan perundang-undangan, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif ontologi menempatkan penyalahgunaan narkotika sebagai persoalan multidimensional yang memerlukan pendekatan lintas disiplin. Perspektif epistemologi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, seni, dan agama merupakan sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam memahami penyebab, dampak, dan strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika. Perspektif aksiologi menunjukkan bahwa ketiga unsur tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran, karakter, dan ketahanan sosial masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan paradigma integratif yang menghubungkan ontologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat ilmu dengan prinsip maqāṣid al-syarī'ah, khususnya hifẓ al-'aql, sebagai dasar konseptual pencegahan penyalahgunaan narkotika. Paradigma tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan hukum pidana Islam yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pada fungsi preventif, edukatif, dan rehabilitatif dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat.
References
Adu, L., Rama, B., & Yahdi, M. (2023). Islamisasi Ilmu Pengetahuan. CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies, 5(1), 21–33.
Belfiore, C. I., Galofaro, V., Cotroneo, D., Lopis, A., Tringali, I., Denaro, V., & Casu, M. (2024). A multi-level analysis of biological, social, and psychological determinants of substance use disorder and co-occurring mental health outcomes. Psychoactives, 3(2), 194–214.
Binda, A. R., Kojongian, R., & Dagani, G. (2024). Pemberantasan Peredaran Narkotika Dikalangan Remaja. Journal Publicuho, 7(4), 1868–1878.
Daoud, F. M. (2025). The Role of Religion in Culture and Society. Manchester J. Transnatl. Islam. Law Pract, 21(2), 178–189.
Hakim, R. (2023). Penegakan hukum tindak pidana penyalahgunaan narkotika oleh anak dalam perspektif undang-undang nomor 35 tahun 2009. Jurnal Preferensi Hukum, 4(2), 279–291.
Hasanah, M., Hasanah, M., & Santi, N. (2025). Hukuman Pidana Dalam Islam: Analisis Konseptual, Maqāṣid Asy-Syarī ‘ah, Dan Relevansi Kontemporer. Ahsan: Jurnal Ilmiah Keislaman Dan Kemasyarakatan, 221–232.
Hasbi, Y. (2024). Tindak pidana narkotika dalam perspektif hukum Islam dan filsafat. Equality: Journal of Law and Justice, 1(2), 115–136.
Hayati, N., & Dalimunthe, I. S. (2024). The concept of science in philosophy review (study aspects of ontology, epistemology and axiology of science). Darul Ilmi: Jurnal Ilmu Kependidikan Dan Keislaman, 11(2), 162–178.
Herman, P. Y., Karneli, Y., & Handayani, P. G. (2025). Kajian Deskriptif Tentang Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Dalam Filsafat Ilmu. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(11).
Hosaini, H., & Akhyak, A. (2024). Integration of Islam and Science in Interdisciplinary Islamic Studies. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 9(1), 24–42.
Nasution, A., Asy’ari, A., Handayani, S., & Ali, R. (2023). Islamic epistemology. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 12, 386–396.
Priyono, A. (2022). Drug Abuse In The Perspective Of Islamic Law. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences, 2(3).
Riadi, D., Suradi, A., Sulistri, S., Anggita, L., & Norvaizi, I. (2025). Relevansi Ontologis dalam Perkembangan Filsafat Ilmu Pengetahuan. Abdurrauf Journal of Education and Islamic Studies, 2(1), 10–17.
Rizkia, N. D., & Fardiansyah, H. (2023). Metode penelitian hukum (normatif dan empiris). Penerbit Widina.
Setiawan, A., SS, A. S., & Yenti, Z. (2025). Filsafat Ilmu: Ruang Ligkup Metode dan Tujuan. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 2274–2281.
Singh, M. (2022). RESPONSIBILITY OF SOCIETY AND NGO IN COMBATING THE PROBLEM OF DRUG ABUSE. Journal of Education: Rabindrabharti University.
Tanuri, T. (2024). Epistemologi hukum islam dalam hukum positif di indonesia. Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam Dan Pranata Sosial, 12(01).
Van Inwagen, P. (2023). Being: A study in ontology. Oxford University Press.
Waruwu, M. (2024). Pendekatan penelitian kualitatif: Konsep, prosedur, kelebihan dan peran di bidang pendidikan. Afeksi: Jurnal Penelitian Dan Evaluasi Pendidikan, 5(2), 198–211.
Wibowo, K. T., Soraya, J., Kristanto, K., & Juita, S. R. (2025). Tindak Pidana Narkotika. AMU Press, 1–164.
Wiratno, T. A. (2025). Keindahan dalam Seni sebagai Komoditas: Dampaknya terhadap Kebudayaan, Moral, dan Peradaban Manusia. Jurnal Senirupa Warna, 13(1), 90–107.
Zamroni, M. (2022). Filsafat Komunikasi: Pengantar Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. IRCiSoD.
Zuhria, F. M. A., Fuadi, M. N. B., & Zazuli, M. A. F. (2025). Hakikat, Sumber, Dan Klasifikasi Pengetahuan Dalam Perspektif Filsafat Dan Islam. Al-Iqro’: Journal of Islamic Studies, 2(2), 148–167



























