Populisme Kultural dan Demokrasi Lokal: Menimbang Ulang Demokrasi Melalui Pengalaman Politik Dedi Mulyadi Di Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.1345Keywords:
Populisme, Politik Lokal, Dedi Mulyadi, DemokrasiAbstract
Fenomena populisme dalam demokrasi kontemporer tidak hanya hadir di tingkat nasional, tetapi juga bertransformasi di arena politik lokal. Artikel ini mengkaji ulang relasi antara populisme dan demokrasi dengan menelaah Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi, memperlihatkan praktik populisme kultural melalui pendekatan budaya lokal dan kedekatan simbolik dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-interpretatif untuk memahami dinamika populisme dalam konteks politik lokal dan kaitannya dengan demokrasi. Landasan teoritis yang digunakan mengacu pada Cas Mudde (2004) yang mendefinisikan populisme sebagai gerakan yang memanfaatkan sentimen kerakyatan untuk melawan status quo elite. Pun Dedi Mulyadi, melalui narasi visual, ia berhasil mentransformasikan media sosial menjadi ruang performatif dan memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang merakyat, bukan hanya dengan aksi dan tindakan, tapi juga kedermawanan. Dalam kaitannya dengan demokrasi, populisme merupakan kritik tajam atas kegagalan representative democracy. Penelitian ini menguraikan paradoks populisme dengan menyoroti kepemimpinan populis yang memiliki kecenderungan melemahkan demokrasi karena kerap mengabaikan aturan, prosedur perundang-undangan serta aspirasi masyarakat. Selain itu, fenomena fanatisme dukungan terhadap tokoh populis sering kali berimbas pada timbulnya polarisasi di masyarakat. Dampak dari fanatisme politik yang berlebihan terhadap tokoh populis bisa sangat signifikan terhadap iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat. Dalam teori demokrasi deliberatif yang dikemukakan oleh Jurgen Habermas, demokrasi seharusnya mengutamakan adanya ruang untuk diskusi yang terbuka, rasional, dan konstruktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengalaman politik Dedi Mulyadi dengan pendekatan populis dapat efektif secara politik, tapi harus diimbangi dengan komitmen memperkuat institusi dan keterlibatan masyarakat secara lebih substantif.
References
Agrraeni, T., Saputra, G., Hasnah, U. N., & Ruhimat Putri, R. N. (2023). Ancaman Terhadap Demokrasi: Mengatasi Populisme dan Otoritarianisme. ADVANCES in Social Humanities Research.
Aprilianto, T. (2025). KONSEP POPULISME KIRI DALAM KRITIK DEMOKRASI LIBERAL PADA PEMIKIRAN CHANTAL MOUFFE DAN ERNESTO LACLAU. PRATYAKSA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Sosial dan Humaniora.
Bagaskara, B. (2024, November 30). Jejak Politik Dedi Mulyadi, dari Subang menuju Gedung Pakuan. Retrieved from detikJabar: https://www.detik.com/jabar/pilkada/d-7662323/jejak-politik-dedi-mulyadi-dari-subang-menuju-gedung-pakuan
Braokah, E., Sajati, F. D., Sulistiawati, Fadhilah, N., & Khofifah, N. (2025). GAYA KEPEMIMPINAN DEDI MULYADI : ANALISIS 3 BULAN PERTAMA SEBAGAI GUBERNUR JAWA BARAT. JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA).
Haboddin, M. (2019). Populisme sebagai Bentuk Politik Pertahanan Pemimpin Lokal . Jurnal Politik Walisongo, I(1), 21-28. https://doi.org/ 10.21580/jpw.2019.1.1.2335
Haboddin, M. (2019). POPULISME, POLITIK PERTAHANAN, DAN PEMIMPIN LOKAL. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP).
Herkman, J. (2022). A Cultural Approach to Populism. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781003267539
Hilmy, M. I. (2020). FENOMENA GERAKAN POPULISME DALAM KEMUNDURAN DEMOKRASI. Jurnal Civic Hukum. https://doi.org/https://doi.org/10.22219/jch.v5i2.13080
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan.
Junaeda, S., & Khaerunnisa. (2024). Dinamika Populisme di Era Digital: Pengaruh Media Sosial Terhadap Pemikiran Politik Masyarakat. Journal of Education and Culture.
Kasanova, R., & Rudiyanto, M. (2024). Dampak Kebangkitan Populisme Terhadap Demokrasi di Indonesia. JSPH : Jurnal SosialPolitik Humaniora.
Kompas. (2025, April 28). Dialog Dedi Mulyadi Bareng Siswa Baru Lulus SMA, Pro Kontra soal Wisuda. Jakarta, Jakarta, Indonesia.
Margiansyah, D. (2019). Populisme di Indonesia Kontemporer: Transformasi Persaingan Populisme dan Konsekuensinya dalam Dinamika Kontestasi Politik Menjelang Pemilu 2019. Journal of Political Research, XVI(1).
Marwah, S., Sugiarto, B., & Said Akbar, A. A. (2024). Pengantar Studi Demokrasi. Universitas Jenderal Soedirman Gd. BPU Percetakan dan Penerbitan.
Muthhar, M. A. (2016). MEMBACA DEMOKRASI DELIBERATIF JURGEN HABERMAS DALAM DINAMIKA POLITIK INDONESIA . Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin.
Oksibil. (2025, November 15). Dedi Mulyadi: Profil, Perjalanan Karier, Kontroversi, dan Pengaruhnya di Dunia Politik Indonesia. Retrieved from KPU: https://kab-pegununganbintang.kpu.go.id/blog/read/8757_dedi-mulyadi-profil-perjalanan-karier-kontroversi-dan-pengaruhnya-di-dunia-politik-indonesia
Perdana, K. E. (2025). Komunikasi Politik Populis dalam Kontestasi Elektoral: Studi Kasus Kampanye Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Hermawan pada Pilgub Jawa Barat . JURNAL KOMUNIKASI DIALOGIS , I(1).
Prasetyo, A. G. (2012). Menuju Demokrasi Rasional: Melacak Pemikiran Jürgen Habermas tentang Ruang Publik. JSP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Ritonga, A. D., & Adela, F. P. (2020). Mencermati Populisme Prabowo Sebagai Bentuk Gaya Diskursif Saat Kampanye Politik Pada Pemilihan Presiden 2019. POLITEIA: Jurnal Ilmu Politik.
Safarudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research.
Sihidi, I. T., Roziqin, A., & Suhermanto, D. F. (2020). Pertarungan Populisme Islam dalam Pemilihan Presiden 2019. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan.
Sudjaya, M. I. (2025, Mei 7). Sunda Bakti di Tangan Kang Dedi Mulyadi. Retrieved from Kumparan.com: https://kumparan.com/muhammad-iqbal-ash-siddiq-sudjaya-1664549064121066177/sunda-bakti-di-tangan-kang-dedi-mulyadi-24yfec1lW91/4
Syaidah, A., Ramayanti, A., Azuri, R., Hansolina, Y., & Syafril, R. (2025). MENGUAK TABIR KEPEMIMPINAN DEDI MULYADI: JAWA BARAT MENUJU PERUBAHAN MASIF. JIIC: JURNAL INTELEK INSAN CENDIKIA, II(6).
Ufen, A. (2019). Populisme: Dampak Ekonomi dan Politiknya yang Ambivalen. In P. I. POPULISME, Dinna Wisnu (pp. 27-34). Friedrich-Ebert-Stiftung (FES).
Welak, F. (2022). POPULISME DI INDONESIA: ANCAMAN BAGI INTEGRITAS MASYARAKAT DAN REAKTUALISASI PANCASILA . Pancasila : Jurnal Keindonesiaan, II(1), 62-70.


























