The Representation of Gender Equality in Nyai’s Religious Authority at Annuqayah Islamic Boarding School

Authors

  • Syarifuddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Elliyatul Munawwarah Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.1295

Keywords:

Nyai; Annuqayah; Authority; Leadership; Gender Equality;

Abstract

This research discusses the role and authority of Nyai in Pesantren Annuqayah as a representation of gender equality in the pesantren environment. Traditionally, Nyai is often considered only as a companion of kiai in a subordinate position. However, in Pesantren Annuqayah, Nyai, especially Nyai Fadhilah, occupies a strategic position in decision-making, education, the pesantren economy, as well as being an influential public figure in the community. This study uses a qualitative method with semi-structured interview techniques to Nyai Fadhilah and female santri. The findings show that Nyai not only carries out domestic roles as a wife and mother, but also has religious authority and leadership equal to kiai, both in the internal structure of the pesantren and in the public sphere. In addition, Nyai Fadhilah's leadership in literacy and the environment strengthens women's contribution in the social and religious transformation of pesantren. Using the theoretical approach of Marxist feminism and Radical feminism, this research shows that Pesantren Annuqayah is able to become a model of gender-responsive and inclusive pesantren. This proves that pesantren is not only a place for the reproduction of conservative thinking, but also a potential space for progressive reinterpretation of religious values.                                                                           

References

Ambarwati, & Husna, A. (2014). Manajemen Pesantren Responsif Gender: Studi Analisis di Kepemimpinan Nyai Pesantren di Kabupaten Pati. PALASTREN, 7(2), 445–456.

Azizah, N. (2021). Aliran Feminis dan Teori Kesetaraan Gender dalam Hukum. SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.30984/spectrum.v1i1.163

Budi. (2022). Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Laduni. https://www.laduni.id/post/read/13214/pesantren-annuqayah-guluk-guluk-sumenep

De Jonge, H. (1989). Madura Dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi, dan Islam. Gramedia.

Efendi, E. (2020). Gender Perspektif Etika di Pesantren (Studi Tentang Kepemimpinan Kiai dan Nyai Tentang Sosialisasi Gender di Lingkungan Sosial Pondok Pesantren Wahidhasyim Sleman Yogyakarta). An-Nisa Jurnal Kajian Perempuan dan Keislaman, 13(2), 313–332. https://doi.org/10.35719/annisa.v13i2.35

Fitria, M., & Helmi, A. F. (2011). Keadilan Gender dan Hak-hak Reproduksi di Pesantren. Jurnal Psikologi, 38(1), 1–16.

Habibullah. (2019). Peran Nyai dalam Pengembangan Pondok Pesantren (Studi di Pondok Sabilul Huda Gadu Barat Ganding). AL-IMAN: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, 3(1), 91–115.

Hafidhoh, N. (2016). Pendidikan Islam di Pesantren antara Tradisi dan Tuntunan Perubahan. Muaddib: Studi Kependidikan dan Keislaman, 6(1), 88. https://doi.org/10.24269/muaddib.v6i1.161

Hakimah, D. (2025, Mei 14). Otoritas dan Peran Nyai di Pesantren [Komunikasi pribadi].

Halim, A., Nabilla, D. F., Paisun, P., & Hasanah, L. U. (2024). Ecoliteracy Sampah Pembalut Sekali Pakai pada Santri Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. GUYUB: Journal of Community Engagement, 5(1), 272–296. https://doi.org/10.33650/guyub.v5i1.8332

Hambali. (2017). Pendidikan Adil Gender di Pondok Pesantren (Studi tentang Membangun Gender Awareness di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo). Jurnal Pedagogik, 4(2), 167–187.

Hasanah, U. (2025, Mei 20). Pengaruh Nyai Fadilah di Pesantren, Alumni dan Masyarakat [Komunikasi pribadi].

Hidayati, T. (2011). Nyai Madura: Studi Hubungan Patron-Klien Perempuan Madura setelah Keruntuhan Orde Baru (1998-2008) [Disertasi]. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Hidayati, T. (2017). Tranformasi Pendidikan dan Habituasi Intelektual Nyai Madura. 110.

Hunaini, F. (2023, Mei 8). Otoritas dan Peran Nyai di Pesantren Annuqayah [Komunikasi pribadi].

Jannah, H., & Ida, R. (2019). Nyai Madura: Representation of Female Religious Leaders in Contemporary Indonesia. Space and Culture, India, 7(1). https://doi.org/10.20896/saci.v7i1.408

Khoirul Mudawinun Nisa’, Nabila Arqis Risqiya, & Chairin Najwa Alifiansyah Putri. (2022). Otoritas Ulama Perempuan: Kepemimpinan Nyai dalam Mewujudkan Pendidikan Moderat di Pondok Pesantren MIA melalui Perspektif 9C. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 3(2), 313–324. https://doi.org/10.21154/sajiem.v3i2.109

Marwiyah, S. (2016). Rekonfirmasi Identitas Nyai di Pesantren. Jurnal Fenomena, 15(1), 114–115.

Muhtador, M. (2017). Membaca Perempuan dalam Hadis Misoginis: Usaha Kontekstualisasi Nilai Kemanusiaan. BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender dan Anak, 2(1), 59–72. https://doi.org/10.22515/bg.v2i1.783

Munawiroh, A. (2021). Fenomena Bu Nyai Pengajar Tafsir Berdimensi Gender Lokalitas di Pondok Pesantren Roudlotul Qur’an Jember. Jurnal Sosiologi Reflektif, 16(1), 95–112.

Mustafa, H. (2023, Januari 27). Nyai Fadhilah dan Kepeduliannya Terhadap Tradisi Literasi di Pesantren Annuqayah. Islami. https://islami.co/nyai-fadhilah-dan-kepeduliannya-terhadap-tradisi-literasi-di-pesantren-annuqayah/

Ningrum, E. P., Mursidi, A., & (Prosiding Seminar Nasional Fkip Univeristas Pgri Banyuwangi. (2018). Kuasa Perempuan: “Bu Nyai” dalam Memimpin Pondok Pesantren di Kabupaten Banyuwangi. INA-Rxiv. https://doi.org/10.31227/osf.io/kjdt7

Noorhayati, S. M. (2014). Keterlibatan Nyai dalam Pemberdayaan Perempuan di Pesantren Nurul Jadid. Al-Mashraf, 1(1), 115–130.

Noorhayati, S. M. (2017). Pemikiran Islam terhadap Gender dan Pemberdayaan Perempuan (Studi Pemikiran dan Model Pemberdayaan Nyai di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton). Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 22(2), 219–244. https://doi.org/10.32332/akademika.v22i2.953

Nurhidayah, Y., & Nurhayati, E. (2020). Gender Bias Communication Among Santris in Pesantren. PALASTREN Jurnal Studi Gender, 13(1), 219. https://doi.org/10.21043/palastren.v13i1.7059

Patoni. (2017a, Desember 5). Jihad Literasi Punya Peran Penting Tangkal Radikalisme Agama. NU Online. https://nu.or.id/nasional/jihad-literasi-punya-peran-penting-tangkal-radikalisme-agama-ZAS3r

Patoni. (2017b, Desember 8). Jihad Literasi ala Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. NU Online. https://nu.or.id/pesantren/jihad-literasi-ala-pesantren-annuqayah-guluk-guluk-sumenep-sRsGg

Raharjo, M. D. (1994). Pesantren dan Pembaharuan. LP3ES.

Razak, Y., & Mundzir, I. (2019). Otoritas Agama Ulama Perempuan: Relevansi Pemikiran Nyai Masriyah Amva terhadap Kesetaraan Gender dan Pluralisme. 12(2).

Sa’diyah, Z., & Anshori, A. A. (2021). Power And Agency: The Role Of Bu Nyai (Female Ulama) In Dealing With Disposable Sanitary Napkins Problem In Pesantren (Case Study Of Pondok Pesantren Annuqayah Sumenep Madura). Jurnal Tashwirul Afkar, 40(1).

Suryatama, M. A. (2024). Kesetaraan Gender Perspektif Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan) terhadap Keluarga Islam di Indonesia. Mitsaqan Ghalizan, 4(2), 74–87. https://doi.org/10.33084/mg.v4i2.8890

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Syarifuddin, & Elliyatul Munawwarah. (2026). The Representation of Gender Equality in Nyai’s Religious Authority at Annuqayah Islamic Boarding School. Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(3), 1048–1058. https://doi.org/10.59944/amorti.v5i3.1295