Revitalisasi Istiqomah Era 5.0 Sebagai Penyeimbang Desakralisasi Ilmu Pengetahuan: (Analisis QS. Fushshilat: 30 Perspektif Fakhr ad-Din ar-Razi)

Authors

  • Ramlan Rozali Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah Indralaya
  • Komarudin Sassi Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1142

Keywords:

Istiqamah, Desakralisasi Ilmu Pengetahuan, Fakhr Ad-Din Al-Razi, QS. Fushshilat Ayat 30, Society 5.0

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan pada era Society 5.0 telah mendorong kemajuan teknologi yang signifikan, tetapi juga memunculkan fenomena desakralisasi ilmu pengetahuan akibat semakin terpisahnya ilmu dari nilai-nilai transendental. Kondisi ini menuntut hadirnya paradigma epistemologis yang mampu mengintegrasikan wahyu, akal, dan ilmu pengetahuan secara harmonis. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep istiqamah dalam QS. Fushshilat ayat 30 berdasarkan perspektif Fakhr ad-Din al-Razi serta mengkaji relevansinya sebagai penyeimbang desakralisasi ilmu pengetahuan pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data primer berupa QS. Fushshilat ayat 30 dan Mafātīḥ al-Ghayb karya Fakhr ad-Din al-Razi, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan pendekatan deskriptif-analitis dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Fakhr ad-Din al-Razi, istiqamah tidak hanya bermakna keteguhan dalam keimanan, tetapi juga mencerminkan konsistensi dalam menyelaraskan wahyu, rasionalitas, dan tindakan etis. Perspektif tersebut menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sarana memperoleh kebenaran sekaligus membangun tanggung jawab moral dan spiritual. Revitalisasi istiqamah menawarkan paradigma integratif yang mampu mengembalikan orientasi ilmu kepada nilai-nilai tauhid, sehingga pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya berorientasi pada inovasi dan kemajuan material, tetapi juga pada keadilan, kemaslahatan, dan kesejahteraan manusia. Temuan ini menegaskan bahwa konsep istiqamah memiliki relevansi konseptual dalam membangun paradigma keilmuan Islam yang holistik untuk menjawab tantangan desakralisasi ilmu pengetahuan pada era Society 5.0.

References

Abror, M. Q., & Sassi, K. (2025). Desain arah baru pengembangan pendidikan Islam berbasis immersive learning di era Society 5.0. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(4), 1690–1698. https://doi.org/10.61104/jq.v3i4.2797

Adam, Y. F. (2022). Urgensi ilmu pengetahuan dalam era Society 5.0: Sebuah perspektif sejarah Islam. Nizham: Jurnal Studi Keislaman, 10(2), 142–156. https://doi.org/10.32332/nizham.v10i02.5408

Al-Attas, S. M. N. (1993). Islam and secularism. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam: An Exposition of the Fundamental Elements of the Worldview of Islam. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Baghawi. (1997). Ma’alim al-tanzil (Vol. 7). Dar Ibn Kathir.

Al-Farmawi, A. A.-H. (2005). Al-bidayah fi al-tafsir al-maudhu’i. Dar al-Hadith.

Alfisyah. (2025). Ontologi ilmu pengetahuan. AT-Taklim: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(12), 440–455. https://doi.org/10.71282/at-taklim.v2i12.1404

Al-Qurtubi. (2006). Al-jami’ li ahkam al-Qur’an (Vol. 15). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

al-Razi, F. ad-D. (1999). Mafātīḥ al-ghayb (Vol. 27). Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Al-Tabari. (2000). Jami’ al-bayan ’an ta’wil ay al-Qur’an (Vol. 24). Mu’assasah al-Risalah.

Bakar, O. (2008). Tawhid and science. Arah Publications.

Floridi, L., & al., et. (2018). AI4People An ethical framework for a good AI society: Opportunities, risks, principles, and recommendations. Minds and Machines, 28(4), 689–707. https://doi.org/10.1007/s11023-018-9482-5

Gadamer, H.-G. (2004). Truth and method (2nd rev. ed.). Continuum.

Griffel, F. (2021). The Formation of Post-Classical Philosophy in Islam. Oxford University Press.

Hikmawati, L., Fauziyah, N. R., Shoimah, R. N., Rohanah, T., & Saefrudin. (2026). Kurikulum pendidikan Islam era Society 5.0 berintegrasi dengan analisis TEP (Teknologi, Nilai Etika, dan Pedagogi). MIDA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 9(1), 88–100. https://doi.org/10.52166/mida.v9i1.12412

Jaffer, A. (2021). Fakhr al-Din al-Razi’s philosophical Qur’anic hermeneutics. Journal of Qur’anic Studies, 23(3), 1–27. https://doi.org/10.3366/jqs.2021.0474

Kathir, I. (1999). Tafsir al-Qur’an al-’Azim. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.

Krippendorff, K. (2004). Content analysis: An introduction to its methodology (2nd ed.). Sage Publications.

Mashita, S., Susanti, E., & Cahyadi, A. (2026). Integrasi teknologi, spiritualitas, dan humanisme dalam desain Pendidikan Agama Islam di era Society 5.0. Jurnal Basicedu, 10(2), 681–693. https://doi.org/10.31004/basicedu.v10i2.11613

Masnila, M., & Sassi, K. (2025). Mengintegrasikan iman dan ilmu: Telaah filosofis pendidikan Islam dalam menjawab tantangan postmodernisme. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(12).

Maulana, M. F., & al., et. (2025). Reconstruction of humanistic education in the era of Society 5.0. Al-Fikru.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Roszana, D., Khusniyah, N. L., & Wahyudiati, D. (2026). Digitalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di era Society 5.0. ARMADA: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(5), 940–952. https://doi.org/10.55681/armada.v4i5.2282

Ruslin, R., & al., et. (2026). Practice-based learning in Indonesian Islamic higher education in the era of Society 5.0. Frontiers in Education, 11, 1808670. https://doi.org/10.3389/feduc.2026.1808670

Sassi, K. (2020). Prinsip-prinsip epistemologi pendidikan Islam paradigma tauhid Naquib al-Attas. Millah: Journal of Religious Studies, 20(1), 135–172. https://doi.org/10.20885/millah.vol20.iss1.art6

Shihadeh, A. (2006). The Teleological Ethics of Fakhr al-Din al-Razi. Brill.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suhendi, S. (2024). Islamic education curriculum in the era of Society 5.0: Between challenges and innovation. International Journal of Science and Society, 6(2), 874–888. https://doi.org/10.54783/ijsoc.v6i2.1073

Suriasumantri, J. S. (2017). Filsafat ilmu: Sebuah pengantar populer. Pustaka Sinar Harapan.

Usmaulidar, U., & Fitria, Y. (2024). Kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi serta perannya dalam pendidikan dasar. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(1), 1485–1494. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i1.7628

Downloads

Published

2026-07-29

How to Cite

Ramlan Rozali, & Komarudin Sassi. (2026). Revitalisasi Istiqomah Era 5.0 Sebagai Penyeimbang Desakralisasi Ilmu Pengetahuan: (Analisis QS. Fushshilat: 30 Perspektif Fakhr ad-Din ar-Razi). Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner, 5(1), 631–642. https://doi.org/10.59944/amorti.v5i1.1142